• Home
  • My Profil
  • Kontak
  • Jual Beli Aman
  • Pesan Hotel
  • Aksesories dan Perhiasan
  • Hosting Murah
  • handphone-tablet Hadiri Dan Syiarkan Gema MAULID DAN RATIB Setiap kamis Malam Jum'at Bersama Majlis Ta'lim Nurul Islam, mari kita memperbanyak baca sholawat di malam jum'at agar sukses di dunia dan akhirat.. di informasikan bahwa MT. nurul islam sedang menggalang dana untuk membuat yayasan dan pebelihan lahan untuk kantor sekertariat MT. Ta'lim nurul islam, bantuan dapat di salurkan ke no.rek BCA 6870698672 an.Nadih

    Friday, 17 June 2016

    PEMBACAAN KITAB AL ADZKAR AL IMAM AN NAWAWI DI RUMAH Sdr . ABdurahman (ADUL) Bab Puasa Kamis Malam JUM’AT Tgl. 27 MAY 2016. Bagian II ( Kedua )



    وروينا في سنن أبي داود في كتاب الأدب3/475، عن قتادة أنه بلغه؛أن نبيّ اللّه صلى اللّه عليه وسلم
    كان إذا رأى الهلالَ قال‏:‏‏"‏هِلالٌ خَيْرٍ وَرُشْدٍ، هِلالُ خَيْرٍ وَرُشْدٍ، هِلالُ خَيْرٍ وَرُشْدٍ، آمَنْتُ باللّه الَّذي خَلَقَكَ، ثَلاث مراتٍ، ثم يقول‏:‏ الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذي ذَهَبَ بِشَهْرِ كَذَا وجَاءَ بِشَهْرِ كَذَا‏"‏‏.
     
    وفي رواية (3) عن قتادة ‏"‏أن النبيّ صلى اللّه عليه وسلم كان إذا رأى الهلال صرف وجهَه عنه‏"‏ هكذا رواهما أبو داود مُرسَلَين‏.‏ وفي بعض نسخ أبي داود، قال أبو داود‏:‏ ليس في هذا الباب عن 
     النبيّ صلى اللّه عليه وسلم حديث مُسند صحيح‏.   (4)
    5\476 ورويناه في كتاب ابن السني (5)‏ ، عن أبي سعيد الخدري، عن رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم‏.
    ‏ ، عن عائشة رضي اللّه عنها قالت أخذ رسولُ اللّه صلى اللّه عليه وسلم بيدي، فإذا القمر حين طلع فقال‏: "‏تَعَوَّذِي باللّه مِنْ شَرّ هَذَا الغاسقِ إذَا وَقَبَ‏" (7)

    Telah sampai kepada Kami sebuah Riwayat yang terdapat pada kitab sunan Abu Daud pembahasan tentang masalah adab juz 3 H 475 dari Qotadah  ia mendapatkan berita  Bahwa Nabi SAW : apabila melihat bulan  ( Hilal ) mengucapkan doa sebagai berikut : Hilal adalah kebaikan dan petujuk, bulan ( hilal ) adalah kebaikan dan petunjuk, hilal adalah kebaikan dan petunjuk , Aku beriman kapada Allah yang telah menciptakan mu wahai bulan sebanyak tiga kali, kemudian rasul melanjutkan doanya :” Segala puji bagi Allah yang melewatkan bulan tadi dan yang mendatangkan bulan ini.

    Keterngan  :

    Imam Abu Daud menyusun kitabnya di Baghdad. Minat utamanya adalah syariat, jadi kumpulan hadits-nya berfokus murni pada hadits tentang syariat. Setiap hadits dalam kumpulannya diperiksa kesesuaiannya dengan Al-Qur'an, begitu pula sanadnya. Dia pernah memperlihatkan kitab tersebut kepada Imam Ahmad untuk meminta saran perbaikan.

    Kitab Sunan Abu Dawud diakui oleh mayoritas dunia Muslim sebagai salah satu kitab hadits yang paling autentik. Namun, diketahui bahwa kitab ini mengandung beberapa hadits lemah (yang sebagian ditandai dia, sebagian tidak).

    Ibnul A'raby berkata, barangsiapa yang sudah menguasai Al-Qur'an dan kitab "Sunan Abu Dawud", maka dia tidak membutuhkan kitab-kitab lain lagi. Imam Al-Ghazali juga mengatakan bahwa kitab "Sunan Abu Dawud" sudah cukup bagi seorang mujtahid untuk menjadi landasan hukum.
    Ia adalah imam dari imam-imam Ahlussunnah wal Jamaah yang hidup di Bashroh kota berkembangnya kelompok Qadariyah, demikian juga berkembang disana pemikiran Khowarij, Mu'tazilah, Murji'ah dan Syi'ah Rafidhoh serta Jahmiyah dan lain-lainnya, tetapi walaupun demikian dia tetap dalam keistiqomahan diatas Sunnah dan diapun membantah Qadariyah dengan kitabnya Al Qadar, demikian pula bantahan dia atas Khowarij dalam kitabnya Akhbar Al Khawarij, dan juga membantah terhadap pemahaman yang menyimpang dari kemurnian ajaran Islam yang telah disampaikan olah Rasulullah. Maka tentang hal itu bisa dilihat pada kitabnya As Sunan yang terdapat padanya bantahan-bantahan dia terhadap Jahmiyah, Murji'ah dan Mu'tazilah.

    Al-Imam al-Muhaddist Abu Dawud lahir pada tahun 202 H dan wafat pada tahun 275 H di Bashrah. ahli urusan hadits, juga dalam masalah fiqh dan ushul serta masyhur akan kewara’annya dan kezuhudannya. Kefaqihan dia terlihat ketika mengkritik sejumlah hadits yang bertalian dengan hukum, selain itu terlihat dalam penjelasan bab-bab fiqih atas sejumlah karyanya, seperti Sunan Abu Dawud.

    Sepanjang sejarah telah muncul para pakar hadist yang berusaha menggali makna hadist dalam berbagai sudut pandang dengan metoda pendekatan dan sistem yang berbeda, sehingga dengan upaya yang sangat berharga itu mereka telah membuka jalan bagi generasi selanjutnya guna memahami as-Sunnah dengan baik dan benar.

    Di samping itu, mereka pun telah bersusah payah menghimpun hadits-hadits yang dipersilisihkan dan menyelaraskan di antara hadits yang tampak saling menyelisihi. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kewibawaan dari hadits dan sunnah secara umum. Abu Muhammad bin Qutaibah (wafat 267 H) dengan kitab dia Ta’wil Mukhtalaf al-Hadits telah membatah habis pandangan kaum Mu’tazilah yang mempertentangkan beberapa hadits dengan al-Quran maupun dengan rasio mereka.

    Selanjutnya upaya untuk memilahkan hadits dari khabar-khabar lainnya yang merupakan hadits palsu maupun yang lemah terus dilanjutkan sampai dengan kurun al-Imam Bukhari dan beberapa penyusun sunan dan lainnya. Salah satu kitab yang terkenal adalah yang disusun oleh Imam Abu Dawud yaitu sunan Abu Dawud. Kitab ini memuat 4800 hadits terseleksi dari 50.000 hadits.

    Dia sudah berkecimpung dalam bidang hadits sejak berusia belasan tahun. Hal ini diketahui mengingat pada tahun 221 H, dia sudah berada di baghdad. Kemudian mengunjungi berbagai negeri untuk memetik langsung ilmu dari sumbernya. Dia langsung berguru selama bertahun-tahun. Di antaraguru-gurunya adalah Imam Ahmad bin Hambal, al-Qa’nabi, Abu Amr adh-Dhariri, Abu Walid ath-Thayalisi, Sulaiman bin Harb, Abu Zakariya Yahya bin Ma’in, Abu Khaitsamah, Zuhair bin Harb, ad-Darimi, Abu Ustman Sa’id bin Manshur, Ibnu Abi Syaibah dan lain-lain.

    Sebagai ahli hukum, Abu Dawud pernah berkata: Cukuplah manusia dengan empat hadist, yaitu: Sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung niatnya; termasuk kebagusan Islam seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat; tidaklah keadaan seorang mukmin itu menjadi mukmin, hingga ia ridho terhadap saudaranya apa yang ia ridho terhadap dirinya sendiri; yang halal sudah jelas dan yang harampun sudah jelas pula, sedangkan di antara keduanya adalah syubhat.

    Dia menciptakan karya-karya yang bermutu, baik dalam bidang fiqh, ushul,tauhid dan terutama hadits. Kitab sunan dialah yang paling banyak menarik perhatian, dan merupakan salah satu di antara kompilasi hadits hukum yang paling menonjol saat ini. Tentang kualitasnya ini Ibnul Qoyyim al-Jauziyyah berkata: Kitab sunannya Abu Dawud Sulaiman bin Asy’ats as-sijistani rahimahullah adalah kitab Islam yang topiknya tersebut Allah telah mengkhususkan dia dengan sunannya, di dalam banyak pembahasan yang bisa menjadi hukum di antara ahli Islam, maka kepadanya hendaklah para mushannif mengambil hukum, kepadanya hendaklah para muhaqqiq merasa ridho, karena sesungguhnya ia telah mengumpulkan sejumlah hadits ahkam, dan menyusunnya dengan sebagus-bagus susunan, serta mengaturnya dengan sebaik-baik aturan bersama dengan kerapnya kehati-hatian sikapnya dengan membuang sejumlah hadits dari para perawi majruhin dan dhu’afa. Semoga Allah melimpahkan rahmat atas mereka dan mem- berikannya pula atas para pelanjutnya.

    Qatada bin al-Nu'man (Arab: قتدة بن النعمان) adalah Sahabat Nabi Muhammad. Qatadah yang bernama asli Abdul Khatib merupakan penduduk Madinah, sehingga disebut golongan Anshar. Dalam Pertempuran Uhud, mata dia terluka hingga lepas dari rongga mata, kemudian Nabi Muhammad dengan didahului dengan doa mengembalikan bola mata Abu Qatadah seperti sediakala. Ia dijuluki sebagai "Ksatria rasulallah" (فارس رسول الله Faaris rasulullah). Meninggal di kota Madinah tahun 54 H. Menurut sebuah situs, Qatadah memiliki arti "pohon kayu keras."
     Mengenai perkataan Rasululloh SAW : الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذي ذَهَبَ بِشَهْرِ كَذَا وجَاءَ بِشَهْرِ كَذَا‏"‏‏.  telah berlalu bulan yang tadi dan telah datang bulan yang sekarang “  Merujuk pada dua Hal : 

    1, Berdasarkan pendapat imam Nawawi Bahwa Hadist ini menerangkan tentang tentang penentuan jatuhnya satu Ramadhan dengan Ru’yah.

    2. Karena dalam hadist tidak adanya penyebutan bulan yang di maksud ( telah berlalu bulan syawal dan telah datang bulan Ramadhan, Bisa jadi setiap pergantian bulan kita di anjurkan untuk membaca doa’ yang di sebutkan di atas ( wallohu a’lam bis showab ). Ber sambung pada bagian kedua.

    Monday, 6 June 2016

    Arti tafsir Hurup Mim (م ) pada logo tim hadroh” ma’an Nabi SAW “ Lil majlis nurul islam



    Arti tafsir Hurup Mim (م )  pada logo tim hadroh” ma’an Nabi SAW “ Lil majlis nurul islam



    1. Huruf mim pada tulisan di atas adalah hurup pertama dari Nama Nabi Muhammad SAW sesuai dengan nama time hadrohnya  yang bernama” Ma’an Nabi SAW” Yang di dalam tulisan bahasa Arabnya juga di awali dengan huruf mim.
    2. Huruf Mim Pada logo di atas juga di ambil dari huruf terakhir dari pada Nama Majlisnya Yang Bernama” Majlis Ta’lim Sholawat dan Dzikir Nurul Islam”
    3. Penulisan huruf mim di atas angka 135 melambangkan bahwa Nabi Muhammad SAW  adalah Al Qur’an Qodim yang tanpa di tulis tetapi biasa di baca ( Kalau bahasa jawa di kenal sebagai guru waskito ) karena apa yang terkadung pada al Qur’an sudah ada pada diri Nabi Muhammad SAW Sehingga beliau di katakan oleh ulama-ulama tafsir sebagai Qur’an yang berjalan
    4. Sementara tulisan 135 merujuk apa yang di katakan: al Habib Hasan bin ja’far Asseggaf ; adalah ayat-ayat dalam Al-qur’an yang berjumlah 8 ayat yaitu:
    1. [ 2. Al-Baqoroh 135 ]: Dan mereka berkata, “Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk.” Katakanlah, “Tidak, bahkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik.”

    2. [3. Al-Imron 135]: Sau dó, (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

    3. [4. An-Nissa 135] : Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biar pun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya atau pun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjaan.

    4. [6. Al-An’am 135] : Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti datang, dan kamu sekali-kali tidak sanggup menolaknya.

    5. [7. Al-A'raf 135] : Maka setelah kami hilangkan azab itu dari mereka hingga batas waktu yang mereka sampai kepadanya, tiba-tiba mereka mengingkarinya.

    6. [20. Ta ha 135] : Katakanlah, “Masing-masing (kita) menanti, maka nantikanlah oleh kamu sekalian! Maka kamu kelak akan mengetahui, siapa yang menempuh jalan yang lurus dan siapa yang telah mendapat petunjuk.”

    7. [26. Asy-Syura’ 135] : sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar.”

    8. [37. As-saffat 135] : kecuali seorang perempuan tua (istrinya yang berada) bersama-sama orang yang tinggal.

    ADA TAMBAHAN : "Kalo udah di BACA ,,!! TOLONG  apabila ada tulisan/ lambang-lambang seperti ini harap tidak melangkahinya, mendudukinya, dan menginjaknya.
    Syukron

    Saturday, 4 June 2016

    Pembacaan kitab Al Adzkar Al Imam An Nawawi Di Kediaman Bapak Boin Sarih MT. Nurul Islam Kamis Malam Jum’at Tgl 20 Mei 2016.

    الصّيام

    Bab Puasa
    بابُ ما يقوله إذا رأى الهلالَ، وما يقولُ إذا رأى القمرَ
    Pembahasan Tentang Doa yang kita ucapkan apabila melihat bulan bertepan  awal bulan Ramadhan.

    Mungkin doa yang di ajarkan Rasul SAW  ini di maksudkan  ketika masuk 1 ramadhan setelah adanya  penetapan jatuhnya awal ramadhan dari pemerintah setempat, Hal ini bagi mereka yang menetukan jatuhnya bulan suci ramadhan melalui jalur Ru’yah karena menentukan jatuhnya bulan suci ramadhan dengan ru’yah bagi mereka yang tinggal di Indonesia tidak semua orang dapat menyaksikannya oleh karena kita serahkan kepada ahlinya yakni kepada pemerintahan dimana kita tinggal yang mempunyai ahli-ahli astronomi yang sudah di baiat ke benarannya. 

    Apakah doanya yang kita baca ketika masuk 1 Ramadhan?...

    روينا في مسند الدارمي1/473  وكتاب الترمذي، عن طلحة بن عبيد اللّه رضي اللّه عنه أن النبيّ صلى اللّه عليه وسلم كان إذا رأى الهلال قال‏: "‏اللَّهُمَّ أهِلَّهُ عَلَيْنا باليُمْنِ وَالإِيمانِ وَالسَّلامَةِ وَالإِسْلامِ رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ‏" قال الترمذي‏:‏ حديث حسن‏.  
    (1)
    Ada Riwayat Hadist di Dalam Musnadnya Imam Addarimi dan Kitab Hadist Imam Atturmudzi dari sahabat Tholhan bin Ubaidillah Bahwa Rasulullah SAW apabila melihat Bulan (1 Ramadhan) membaca Doa’ : “ Ya Allah tampakanlah bulan ini  kepada Kami dengan penuh keberkahan, keimanan dan keselamatan serta keislaman Tuhanku dan tuhan mu adalah Allah “ berkata Imam At Turmuzdi hadist ini adalah tingkatanya hasan.

    Pejelasan mengenai perawi insya Allah Akan di jelaskan dalam biografi mereka pada postingan yang akan datang…

    وروينا في مسند الدارمي، عن ابن عمر رضي اللّه عنهما قال‏:‏ كان رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم إذا رأى الهلال قال‏: "‏اللَّهُ أكْبَرُ، اللَّهُمَّ أهِلَّهُ عَلَيْنا بالأمْنِ والإِيْمَانِ والسَّلامَةِ والإِسلامِ وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، رَبُّنا وَرَبُّكَ اللَّهُ‏"‏‏. 
    Masih Dalam musnad imam Ad Darimi ada sebuah Hadist Yang beliau Riwayatkan dari Ibnu Umar beliau berkata Bahwa Rasulullah Saw Apabila melihat bulan berdoa : “ Allah Akbar “ Maha besar Allah : Ya Allah tampakalah bulan ini dengan membawa keamanan, iman, keselmatan, Isalam, rerta petunjuk kepada apa yang engkau cintai dan engkau ridhoi Tuhan kami dan Tuhanmu Adalah Allah

    Catatan  dari hadist yang terdapat di musnad Al Imam Ad Darimi yang di rawayakan oleh Ibnu Umar RA.
    1.      Ada penambahan lapadz (اللَّهُ أكْبَرُ ) yang tidak terdapat di dalam  hadist yang diriwayatkan oleh Tholhah Bin Ubaidillah walau dalam kitab musnad yang sama.

    2.      Adanya penabahan kalimat (وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى) yang tidak terdapat di dalam hadist yang diriwayatkan oleh Tholhah Bin Ubaidillah walau dalam kitab musnad yang sama

    3.      Penggunaan lapadz yang berbeda seperti lapadz رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ diganti dengan lapadz رَبُّنا وَرَبُّكَ اللَّهُ

    Ini menunjukan begitu banyaknya hukum-hukum yang ada dalam ajaran islam yang bersuber dalam literature yang sama dengan perawi dan isi hadist yang berbeda tapi maksud dan tujuannya sama “ itulah indahnya islam. ( Bersabung di rumah Sdr. Abdurrahman “ adul salah seorang Crew umbul-umbul MT. Nurul Islam )

    Tawakufan majlis Ta'lim Nurul islam dan Tasyakuran pernikahan saudara Nurus Shobah

    Alhamdulillah Tawakufan Majlis Sholawat dan Dzikir NURUL ISLAM dan Tasyakuran pernikahan Saudara Nurus Shobah ( anggota Tiem Hadroh MT. Nurul Islam ) dapat berjalan dengan lancar, acara ini yang di hadiri oleh Putra Alm. KH. Zainuddin MZ . Yang bernama Ust. H. Muhammad Sauqi Bin KH. Zainuddin MZ Dan Ust. Nurul Anwar ( Depok) kedua Dai yang sudah lama tidak pernah hadir di MT. Nurul Islam di kerenakan bolak-balik jakarta - Singapura dalam Rangka Da'wah Islamiyah pada akhirnya bisa meluangkan waktu dan dapat menghadiri acara penutupan / Tawakufan MT. Nurul islam. Al Ustadz Nurul AnwaR Yang berksepatan mengisi tausiah menyampaikan beberapa ma'lumat dan pesan kepada kedua mempelai :

    beliau berkata di awal ceramahnya, Bang nurus shobah ga salah nih pilih nikah menjelang bulan puasa, karena yang namanya pengaten baru lagi giat-giatnya nyawahi sawah, yang di sabut tawa oleh para hadirin. Namun Tidak apalah yang penting tujuannya adalah ibadah dan mengikuti Sunah Rasulullah  SAW. yang penting dalam pernikahan kita harus memperhatiakan 4 Hal :

    1. Harus Keras apanya yang keras ... jangan pada pikiran negatif dulu dong kata beliau, yang di sabut ger para jama'ah  maksud keras disini laki-laki harus tegas kepada istrinya, kerena laki-laki sebagai pemimpim yang kepemimpinannya di mintai pertanggung jawabannnya di akherat nanti
    2. harus panjang, lagi-lagi beliau bertanya apanya yang panjang.. kali ini hadirin cuma ketawa tidak menjawab karena  ditakutkan jawabannya  tidak sesuai dengan jawaban yang sesuai dengan  sang ustad. akhirnya beliau melanjutkan ceramahnya yang di maksud dengan pajang adalah pajang usia pernikahanya karena di hiasasi dengan akhlak mawaddah warrohmah yaitu sikap sayang menyangi di antara suami dan istri.
    3. Bulat, apanya yang bulat..artinya tekadnya harus bulat karena namanya pernikahan dan habis pernikahan biasa tabiat seseorang baik istri maupun suami  mulai kelihatan baik yang baik-baik maupun yang buruknya dan kita kita harus menerima bulat-bulat segala kekurangan dan dan kelebihan pasangan kita, jangan bulatan istri kita saja yang kita trima..disabut ger jama'ah yang hadir.
    Di karenakan al Ustadz Muhammad Sauqi MZ Sudah hadir maka beliau mensudahi ceramahnya. yang pada Akhirnya acara ini di tutup pembacaan Doa yang di pimpin  Oleh Putra KH. Zainuddin Mz dan Talqin di pimpin oleh Ustadz Ahmad Hadi Nadih ( Pimpinan MT. Nurul Islam ) di karenakan waktu sudah malam karena kebanyakan jamaah kami adalah anak-anak  yang sedang menjalin ujian kenaikan kelas maka acara di tutup , mudah-muadahan Semua pada berkah amiiin !